Jalur Trisakti Sadarehe resmi dibuka TNGC pada 2022. Belum sepopuler Apuy atau Palutungan, tapi medan dan pemandangannya tidak kalah. Ini yang perlu Anda tahu sebelum berangkat.
Rute lengkap dari Basecamp Trisakti Sadarehe hingga Puncak 3.078 mdpl
Cara Menuju Basecamp
Basecamp Trisakti Sadarehe berada di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Majalengka. Titik awalnya dari kota Majalengka.
Kendaraan pribadi: masukkan “Basecamp Trisakti Sadarehe” atau “Desa Payung Rajagaluh Majalengka” di Google Maps. Aksesnya bisa dilalui kendaraan biasa, meski beberapa segmen terakhir jalannya sempit.
Transportasi umum: naik bus atau travel tujuan Majalengka dari terminal terdekat. Dari Jakarta bisa dari Terminal Kampung Rambutan atau Pulo Gadung. Dari Bandung dari Terminal Cicaheum atau Leuwipanjang. Setelah tiba di Terminal Majalengka, carter ojek atau mobil menuju Desa Payung, Rajagaluh. Perjalanan dari terminal ke basecamp sekitar 30-45 menit.
Kalau ada yang butuh sewa perlengkapan, singgah dulu ke Outdoor Kang Nanang yang lokasinya di sekitar Majalengka sebelum ke basecamp.
Info Dasar
Loket pendaftaran buka pukul 05.00. Batas mulai mendaki pukul 12 siang. Kalau terlambat tiba, Anda tidak bisa memulai trek hari itu dan harus menginap dulu di sekitar basecamp.
Biaya per orang: Rp 200.000, sudah termasuk SIMAKSI dan transportasi truk offroad dari basecamp ke Pintu Rimba. Truk muat 20-30 orang dan perjalanannya sekitar 40-60 menit melewati jalan offroad dan ladang petani.
Tek-tok tidak diizinkan. Naik dan turun hari yang sama dilarang karena jarak jalur yang jauh dan pertimbangan keselamatan. Minimal satu malam di gunung.
Medan Per Pos
| Segmen | Estimasi |
|---|---|
| Pos 1 Lawang Gede ke Pos 2 Tegal Jamuju | 1 jam 30 menit |
| Pos 2 ke Pos 3 Kayu Manis | 1 jam |
| Pos 3 ke Pos 4 Pengorbanan Cinta | 1 jam 20 menit |
| Pos 4 ke Pos 5 Buyut Ketug | 40 menit |
| Pos 5 ke Pos 6 Sumber Hirup | 40 menit |
Pos 1 ke Pos 2 masih relatif landai, di batas ladang dan hutan rimba. Jalan berkelok tapi belum terlalu terjal. Cocok untuk pemanasan.
Pos 2 hingga Pos 6 sudah masuk hutan rapat dengan kemiringan 27-36 derajat yang hampir tidak pernah mereda. Akar-akar pohon besar muncul ke permukaan membentuk jebakan alami di setiap langkah. Ikuti plang penunjuk arah di setiap persimpangan karena jalur lebat dan mudah salah arah.
Pos 6 Sumber Hirup berada di ketinggian 2.311 mdpl. Ini tujuan camp Anda. Berangkat dari Pintu Rimba pukul 12 siang, estimasi tiba pukul 18.00.
Pos 6 ke Pos 7 makin terjal tapi segmennya relatif pendek. Pos 7 sudah mulai terbuka.
Pos 7 ke Pos 8 melewati ladang edelweis. Di sinilah karakter jalur berubah sepenuhnya, dari hutan lebat ke vegetasi terbuka dengan pemandangan yang mulai melebar.
Ladang edelweis antara Pos 7 dan Pos 8, salah satu titik terbaik di jalur ini
Pos 8 Kawah Wurung (2.670 mdpl) adalah bekas kawah purba yang terbuka lebar, mirip Suryakencana tapi lebih kecil. Dari sini ke puncak melewati igir-igir, punggung bukit sempit dengan pemandangan terbuka lebar di kanan-kiri, sebelum bertemu area pasir vulkanik menjelang puncak.
Aturan Camp dan Satwa Liar
Wajib camp di Pos 6 ke atas. Kawasan Pos 1 hingga Pos 5 adalah jalur lintasan satwa liar. Ranger TNGC memantau dua ekor macan tutul di kawasan ini: Slamet Ramadhan dan Rasi, keduanya dilepasliarkan di kawasan Gunung Ciremai sebagai bagian dari program konservasi macan tutul Jawa. Aturan ini berlaku ketat, bukan sekadar imbauan.
Pos 6 bisa penuh saat akhir pekan dan musim pendakian. Kalau tidak dapat spot, lanjutkan ke Pos 7 yang juga bisa dijadikan lokasi camp.
Summit Attack
Berangkat dari camp pukul 03.00. Dengan kecepatan normal, Anda akan melintas igir-igir tepat saat matahari terbit dari timur. Salah satu pengalaman terbaik yang bisa didapat di jalur ini.
Batas clearance pukul 09.00 pagi. Seluruh pendaki harus sudah keluar dari area kawah sebelum jam tersebut. Pastikan turun dari puncak tidak terlambat.
Tips Logistik
- Tidak ada mata air di sepanjang jalur Sadarehe. Bawa air cukup dari basecamp untuk seluruh perjalanan, naik dan turun.
- Pilih musim kering. Tanah merah dan akar-akar yang muncul ke permukaan menjadi sangat licin di musim hujan dan jauh lebih berbahaya bagi pendaki baru.
- Berangkat pagi dari basecamp agar dapat spot camp yang layak di Pos 6. Kapasitas terbatas dan cepat penuh di akhir pekan.
- Siapkan logistik matang. Karena tidak ada warung dan tidak ada sumber air di jalur, semua kebutuhan harus sudah terpenuhi sejak basecamp.
Sudah mendaki dan ingin membaca pengalaman lengkap di lapangan? Sembilan orang dari BSD mendaki jalur ini dan mendokumentasikan setiap segmennya secara detail: Catatan Pendakian Ciremai via Sadarehe bersama 9 Orang dari BSD.